Implementasi Pembelajaran Sendratasik Untuk Anak Usia Dini

Implementasi Pembelajaran Sendratasik Untuk Anak Usia Dini

Oleh:

Rahmawati Ohi, S.Pd., M.Sn

Sendratasik Universitas Negeri Gorontalo

 

Sendratasik merupakan salah satu ilmu yang mempelajari seni drama, tari dan musik. Sebagai salah satu cabang seni yang mengkolaborasikan tiga perspektif keilmuan, sendratasik mempunyai potensi pengembangan garapan yang sesuai dengan pembelajaran di lingkungan pendidikan anak usia dini. Implementasi pengembangan diperlukan karena selama ini pembelajaran seni drama, tari dan musik kebanyakan masih berupa ekstrakulikuler padahal perubahan kurikulum dari K13 menuju Merdeka Belajar seharusnya memberikan kebebasan ekspresi dan keleluasaan kreatifitas bagi pendidik untuk mengembangan potensi seni tradisi bagi generasi muda, dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) maka desain pembelajaran intrakulikuler tema Aku Cinta Indonesia bisa menjadi “sesuatu” yang menarik, contoh sederhana pendidik merancang proyek membuat sebuah seni pertunjukan seperti drama musikal yang menggabungkan 6 aspek bidang pengembangan secara holistrik integratif.

Pemilihan judul drama musikal dapat disesuaikan dengan perkembangan peserta didik, dari segi teks bahasa yang digunakan, gerakan tari sederhana dan musik tradisi yang digunakan dapat dirancang sesederhana mungkin sesuai dengan kemampuan peserta didik sehingga upaya transmisi dari pendidik terhadap peserta didik dapat terjalin dengan baik. Untuk dapat membuat sebuah pertunjukan drama, tari dan musik yang sesuai tema maka diperlukan adanya sebuah metodologi penelitian seni dimana nilai inovasi, imajinasi dan kreatifitas merupakan fundamental dalam membuat sebuah karya seni monumental berbasis scientific research. Mengadopsi dari konsep yang ditawarkan oleh Bandem (2006:3-4) maka bentuk penelitian untuk membuat sebuah seni drama, tari dan musik dapat dikembangkan dan diimplementasikan di lingkungan pendidikan anak usia dini meliputi beberapa aspek:

1. Observasi, sebuah kegiatan melakukan pengamatan terhadap subyek yang disasar dan obyek kearifan lokal yang akan dikembangkan

2. Eksperimentasi, sebuah kegiatan yang mencoba mengkontruksi sebuah karya yang sesuai dengan perkembangan psikologi peserta didik, kurikulum yang digunakan, kemampuan SDM.

3. Adaptasi: Penyesuian terhadap teknologi dan zaman.

4. Re-kreasi : Penciptaan karya seni drama tarik dan musik yang bersumber pada tradisi.

 

Daftar Rujukan

Bandem, I Made. 2006. Metodologi Penelitian Seni. Selonding. Jurnal Etnomusikologi Indonesia Vol. III, No. 1 Maret 2006

Kepmendikbudristek No. 56 Tahun 2022 Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran (Kurikulum Merdeka).

Permendikbud No. 146 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini

Opan Afiruddin et al. 2021. Media Pembelajaran Anak Usia Dini. Bandung: Widina Bhakti Persada.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *